Ada yang tahu Asparagus? mungkin tanaman jenis sayuran ini belum banyak yang tahu, dan memang tidak begitu familiar. Namun, Sayuran ini, memiliki konsumen yang cukup banyak di seluruh Indonesia.

Buktinya, dalam bebebrapa tahun terakhir, banyak pedagang sayur yang kewalahan melayani pembeli dan konsumen yang semakin meningkat. lantas apakah Asparagus itu? apa Ciri-cirinya? Apa Kandungan Gizinya? Semuanya akan diulas dalam tulisan ini.

Definisi Asparagus

Menurut Wikipedia : Asparagus, dalam pengertian umum, adalah suatu jenis sayuran dari satu spesies tumbuhan genus Asparagus, terutama batang muda dari Asparagus officinalis.

Asparagus telah digunakan sejak lama sebagai bahan makanan karena rasanya yang sedap dan sifat diuretiknya. Dengan adanya sifat diuretik tersebut, asparagus berkhasiat untuk memperlancar saluran urin sehingga mampu memperbaiki kinerja ginjal.

Asparagus merupakan sumber terbaik asam folat nabati, sangat rendah kalori, tidak mengandung lemak atau kolesterol, serta mengandung sangat sedikit natrium. Tumbuhan ini juga merupakan sumber rutin, suatu senyawa yang dapat memperkuat dinding kapiler.

Ciri-Ciri Asparagus

BUAH

Asparagus berbuah buni berbentuk bulat dengan diameter 0,5 cm. Warna buah hijau ketika masih muda dan akan berubah menjadi cokelat kehitaman ketika telah tua. Buah masak ditandai dengan warna hitam serta lembeknya kulit buah dengan daging buahnya yang sangat tipis.

BATANG

Asparagus memiliki batang dalam tanah (rizoma), yang akan menumbuhkan rebung. Sementara “batang” yang tampak di luar tanah merupakan tempat tumbuhnya cabang, ranting dan daun, tinggi tanaman hanya sekitar 1 m, dengan diameter batang hanya 1 cm.

DAUN

Daun Asparagus berbentuk jarum. Sepintas tanaman Asparagus penghasil rebung ini mirip dengan cemara.

BIJI

Biji Asparagus berwarna hitam dengan kulit biji sangat keras.

Kandungan Gizi Asparagus

  • Kandungan Air Berjumlah 93,2 g
  • Kandungan Protein Berjumlah 2,2 g
  • Kandungan Abu Berjumlah 0,58 g
  • Kandungan Kalsium Berjumlah 24 g
  • Kandungan Magnesium Berjumlah 14 g
  • Kandungan Kalium Berjumlah 202 g
  • Kandungan Seng Berjumlah 0,54 g
  • Kandungan Mangan berjumlah 0,158 g
  • Kandungan Vitamin C Berjumlah 5,6 mg
  • Kandungan Vitamin B2 Berjumlah 0,141 mg
  • Kandungan Vitamin B5 Berjumlah 0,274 mg
  • Kandungan Vitamin B9 Berjumlah 52 mcg
  • Kandungan Betain Berjumlah 0,6 mg
  • Kandungan Alpha-karoten Berjumlah 9 mcg
  • Kandungan Vitamin E Berjumlah 1,13 mg
  • Kandungan Energi berjumlah 20 kcal
  • Kandungan Lemak berjumlah 0,12 g
  • Kandungan Karbohidrat berjumlah 3,88 g
  • Kandungan Zat besi berjumlah 2,4 g
  • Kandungan Fosfor berjumlah 52 g
  • Kandungan Natrium berjumlah 2 g
  • Kandungan Tembaga berjumlah 0,189 g
  • Kandungan Selenium berjumlah 2,3 g
  • Kandungan Vitamin B1 berjumlah 0,143 mg
  • Kandungan Vitamin B3 berjumlah 0,978 mg
  • Kandungan Vitamin B6 berjumlah 0,091 mg
  • Kandungan Choline berjumlah 16 mg
  • Kandungan Beta-karoten berjumlah 449 mcg
  • Kandungan Vitamin A berjumlah 756 IU
  • Kandungan Vitamin K berjumlah 416 mg

Kesimpulan :

Asparagus masuk ke Indonesia beberapa puluh tahun yang lalu. Walaupun sudah lama ada, tidak semua orang familiar dengan sayur pendatang tersebut. Asparagus termasuk sayuran elite yang hanya dikonsumsi oleh kalang an berada.

Dibandingkan dengan sayuran lain, harga asparagus jauh lebih mahal. Sayur ini biasanya hanya disajikan di restoran besar atau dalam jamuan mewah. Sup asparagus adalah menu pembuka yang digemari banyak orang.

Rebung dari tananam yang berbahasa Latin Asparagus officinalis ini awalnya hanya dapat tumbuh di dataran tinggi. Seiring berkembang nya teknologi pemuliaan tanaman, kini telah ada jenis asparagus dataran rendah. Asparagus dataran tinggi dan dataran rendah memiliki penampilan yang sama.

Walaupun enak, sebagian orang tidak suka dengan aroma asparagus. Aroma pesing sering muncul pada asparagus, terutama pada urine setelah mengonsumsinya . Aroma pesing tersebut ditimbulkan oleh senyawa mercaptan. yakni dimethyl sulfide. dimetyl disulfide, dimetyl sulfoxide, bis-(methylthio)-methane, S-methyl thioacrylate, S-methyl 3 (methylthio) thiopropinate, dan dimethyl sulphone.

Senyawa-senyawa tersebut tidak berbahaya. Jadi, kita tidak perlu untuk menghindari makan asparagus. Walaupun sedikit mengganggu karena aroma kurang sedap ini, manfaat asparagus bagi kesehatan sangat banyak. Karena itu, kekurangan tersebut dapat ditutupi dengan manfaat yang lebih besar.